SMA YADIKA 6 Cerdas Cermat Robotik

Selama 2 hari kemarin, tepatnya tanggal 11 – 12 Mei 2012 siswa-siswi SMA YADIKA 6 Pondok Aren mengikuti lomba cerdas cermat ROBOTIK yang diselenggarakan oleh Rumah Robot Indonesia di Tamrin City.

Pertandingan cerdas cermat ini di ikuti oleh beberapa sekolah yang berada di Jabodetabek. Mulai dari tingkat TK, SD hingga SMA/SMK.

Berikut ini adalah hasil jepretan saya berupa foto robot yang di display disana, dan bukan foto saat menemani para siswa yang akan berlomba di Tamrin City.

Awal…

Dan ini juga…

Lalu ini…

Dan yang dibawah ini adalah lomba robot dengan kategori experimen untuk tingkat SD..

Sekian dulu informasi yang bisa saya tuliskan melalui blog ini..

Penyebab kuliah jadi lama…

Kuliah Strata 1 (S1) pada umumnya hanya berkisar antara 8-10 semester atau sekitar 4-5 tahun. Tetapi ada juga orang yang menempuh jenjang perkuliahan hingga 7 tahun lebih. Diantara banyak hal, ada 8 hal yang sangat berpengaruh dan menyebabkan kuliah itu jadi lama, antara lain :

1. Kuliah karena terpaksa
Kuliah karena keterpaksaan tidak akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, yang ada malah kuliah tidak benar-benar kuliah hanya dianggap sebagai mainan semata.

2. Salah Jurusan
Nilai tes yang tidak bisa/kalah bersaing dengan ribuan orang yang mengikuti tes seleksi masuk perguruan tinggi menyebabkan banyak orang yang salah masuk jurusan sebagai pelarian, tujuannya hanya untuk mendapatkan gelar sebagai Mahasiswa.

3. Jauh dari Orang Tua
Karena sudah sangat lama seseorang itu dekat dengan oprang tuanya, maka orang tersebut menjadi tidak terlalu bebas melakukan sesuatu karena adanya pengawasan dari orang tuanya. Ketika berada jauh dari orang tuanya, hal itu menyebabkan kelakuan orang tersebut jadi bisa bebas dan tanpa pengawasan langsung dari orang tuanya. Kerjanya cuma maen, nongkrong, begadang, bahkan mungkin mabuk-mabukan.

4. Terlalu Sibuk Mengikuti Organisasi Kemahasiswaan
Mahasiswa yang terlalu senang dalam berorganisasi bisa menyebabkan kuliah menjadi lama. Karena mahasiswa tersebut lebih mementingkan kegiatan organisasi dari pada belajar. dan kesibukannya tersebut menggeser perkuliahan yang seharusnya menjadi prioritas.

5. Menjalani Hobi yang Berlebihan
Suatu kemampuan yang dimiliki oleh mahasiswa mampu mendorong mahasiswa untuk menjadikannya sebagai hobi. Hobiyang dilakukan dengan pengturan waktu yang biak itu patut dilakukan, tetapi kalau hobi yang dilakukan itu tidak menyesuaikan dengan waktu perkuliahan dan dilakukan secara berlebihan itu juga tidak baik dan merugikan

6. Bisa Mendapatkan Uang Sendiri (Kerja Part Time)
Kerja terkadang banyak dilakukan oleh kebanyakan mahasiswa terutama bagi yang kurang mampu atau hanya sekedar menambah uang saku. Tapi tak sedikit juga mahasiswa yang terlena karena telah bisa mendapatkan uang sendiri.

Banyak mahasiswa yang lebih memilih bekerja dari pada mengurusi kuliahnya. Mereka menganggap bahwa gelar sarjana belum terlalu penting karena mereka sendiri sudah bisa mendapatkan uang tanpa ada embel-embel sarjana dinama mereka.

7. Tidak Adanya Jaminan Kerja Setelah Lulus
Tidak adanya jaminan inilah yang paling banyak membuat mereka memilih untuk berlama-lama kuliah. Intinya, rejeki itu sudah ada yang mengatur dan kalok emang sudah rejeki juga gak bakal kemana, jadi buat apa lulus cepet-cepet kalok akhirnya juga akan nganggur???

8. Terlalu Sering Pacaran
Anak muda kalau tidak pacaran bukan anak muda namanya. Karena terlalu seringnya pacaran bisa menyebabkan para mahasiswa itu lupa pada tujuan utamanya kuliah. Sibuk pacaran hingga menyebabkan lupa kuliah.

Koran dinding oleh SMA YADIKA 6

Hmmm….

Sebelum mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan selamat tahun baru untuk kita semua. Semoga di tahun baru 2012 ini segala rencana yang belum tercapai dapat tuntas di tahun ini. Amin.

Oke, saya akan men-SHARE tulisan siswa SMA tentang perjuangannya memenangkan lomba KORDING atau Korang Dinding di SMAK PENABUR BINTARO tahun lalu. Baik, segera kita simak bersama tulisan mereka…

Kompetisi Koran Dinding

Sabtu, 8 Oktober 2011 merupakan hari bersejarah bagi SMA Yadika 6, khususnya kami. Mengapa? Karena pada saat itu kami diumumkan sebagai pemenang Lomba Koran Dinding di SMAK Penabur. Awalnya kami kurang percaya diri dengan perlombaan  tersebut. Karena kami tidak mengetahui apa itu koran dinding. Tapi dengan rasa ingin tahu yang tinggi, kami mencari informasi dari segala sumber. Setelah itu, kami berkumpul bersama untuk membicarakan tentang rancangan kording kami. Setelah berkumpul beberapa kali, akhirnya kami memutuskan untuk menamai kording kami sesuai dengan pensi kami tahun lalu yaitu CRAYON.

Dua hari menjelang hari H, kami mengikuti Tehnical meeting di Penabur yang dimana pada saat itu sekolah kami sedang mengadakan UH 2 dan Try Out. Kami harus memanfaatkan wakttu yang sangat singkat tepatnya 3 jam, untuk bisa melakukan ulangan harian serta Try Out. Kami harus berlari kesana-kemari untuk mencari guru bidang studi yang diujiankan pada hari tersebut.

Tepat pukul 10.00 WIB, kami pergi untuk mengikuti tehnical meeting di Penabur. Sesampainya disana, kami harus menaiki ratusan tangga karena tempat untuk tehnical meeting berada di lantai 5. Kami cukup terkejut saat masuk ke ruangan. Sebab yang mengikuti tehnical meeting hanya beberapa orang saja. Tapi hal tersebut tidak menyurutkan kami untuk bertanya lebih detail lagi tentang koran dinding. Setelah kami mengikuti tehnical meeting, kami pergi ke toko buku untuk mencari bahan dan peralatan lomba.

Pada hari Jum’at tepatnya pukul 7 kami pergi. Dengan rasa cemas, was-was, nervous yang bercampur jadi satu kami melangkah meninggalkan sekolah. Setelah 15 menit perjalanan, kami pun sampai disana. Kami langsung menyiapkan peralatan seperti menyalakan laptop, printer, camera, dan handycam. Pukul 09.00 kami diminta untuk turun ke lantai satu untuk mengikuti pembukaan lomba. Pembukaan tersebut berlangsung sekitar satu jam. Setelah itu kami langsung naik ke atas untuk mengikuti perlombaan.

Kami membagi tugas saya, Lukas dan Riski mencari narasumber untuk diwawancarai, sedang Aan dan Fajriah membuat editorial karikatur,dll.  Kami pergi ke kebun belakang untuk mencari penjaga kebun. Tapi kami hanya bertemu kepala Office Boy (OB) tetapi ia tidak memberikan kesediaan untu diwawancarai. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke satpam untuk menanyakan siapa penjaga kebun tersebut. Dengan murah hati mereka mencari orang yang paling berjasa dalam menjaga kebun tersebut. Setelah kami menunggu 5 menit, kami bertemu dengan Bapak Joni. Ia adalah seorang pengabdi lingkungan yang sangat berjasa bagi sekolah tersebut. Karena ia yang menjaga, membersihkan dan merawatnya. Sehingga kebun tersebut terlihat sangat cantik.

Setelah melakukan wawancara kami langsung kembali ke tempat perlombaan. Kami memulai menulis artikel seperti berita, biografi, feature, dll. Hampir lima jam kami berada di depan komputer. Sesekali kami memejamkan mata, bersenda gurau untuk menghilangkan penat. Setelah semua selesai dikerjakan, teman kami Lukas membuat judul dari Kording kami. Setelah ia membuat judul, kami bersama-sama menempelkan setiap rubik yang telah selesai. Disela kesibukan kami, panitia penyelenggara mewawancarai kami. Ia bertanya bagaimana tanggapan kami dengan adanya lomba koran dinding ini,dsb. Kami menjawab sambil menyusun letak dari isi koran kami. 5 menit sebelum kompetisi selesai, kami sudah selesai. Sembari menghabiskan waktu, kami membersihkan tempat kami seperti semula.

Keesokan harinya, teman kami Lukas dan Fajriah pergi ke Penabur untuk mengetahui pengumuman pemenang kompetisi. Sedang yang lain menunggu kabar dengan perasaan yang was-was dan dek-dekan. Ternyata mereka memberi kabar yang sangat baik dan mengejutkan bahwa kami adalah pemeneng kompetisi tersebut. Kami sangat senang, bangga, terkejut, dan sedikit kurang percaya bahwa kami bisa memenangkan kompetisi yang dimana lawan kami adalah sekolah  yang cukup eksis dibidang pendidikan.

Ini merupakan kebanggaan yang sangat besar bagi ami dan sekolah kami. Semoga dengan kemenangan ini bisa menjadi titik kebangkitan bagi sekolah kami tercinta. Dan untuk penerus kami, buatlah prestasi-prestasi yang membanggakan bagi sekolah dan orang tua kalian. Maju dan sukses selalu bagi sekolah tercinta

Sekian dulu yach..

InsyaAllah akan saya share lagi beberapa informasi tentang SMA YADIKA 6. Karena ada tugas yang sangat Deadline sifatnya yang harus segera saya selesaikan. Terima kasih telah membaca..

Soal dan jawaban itu…

Cobaan berat membesarkan kita. Yang membuat kita menderita adalah ingin semua sesuai dengan keinginan kita. Begitu keadaan terjadi, terima keadaannya. Belajar dari kelapa, untuk mendapatkan santan sebagai intisarinya, kelapa harus diputus dari pohonnya, jatuh, dicabut sabut-sabutnya, dipecah buah kelapanya, diparut, akhirnya baru dapat santan. Sama dengan intan tercipta dari batu biasa yang mendapatkan tekanan dan panas yang luar biasa. Atau pedang yang bagus berasal dari besi biasa yang dipanaskan dan ditempa.

Yang membuat kita lulus ujian bukan soalnya, tapi jawaban kita terhadap soal ujian tadi. Seringkali kita tidak pernah bisa memilih soal. Soal itu disodorkan begitu saja kepada kita. Yang membuat kita lulus adalah tepat tidaknya jawaban kita atas soal tadi. Dan kunci yang membesarkan peluang kita bisa menjawab soal tadi adalah persiapan. Persiapan untuk memiliki jawaban yang benar. Itulah gunanya belajar mencari ilmu. Sekali lagi belajar untuk mencari ilmu, sebab ada yang hadir belajar tidak mendapat ilmu.

Dengan sajak

Dengan sajak ini

Aku menyatakan sayangku

Dengan sajak ini

Aku perembahkan ketulusan

Dengan sajak ini

Aku meminta restumu

Dengan sajak ini

Rindu dari ribuan kilo meter

Ku sampaikan

 

Nano Ng

Sajak datang dan pergi

Lihat saja..

Seluruh sumber rasa iri adalah
Yang mudah datang dan mudah pergi..

Ada yang datang
Ada yang pergi
Ada yang menetap

Ia bernama kenyataan dan lainnya bernama perasaan..

Rasa marah misalnya
Yang di marahi sudah bernyanyi
Yang memarahi masih berapi-api

Seluruh perasaan marah, sedih dan benci cenderung bersifat menetap
sementara yang dimarahi dan disedihi sibuk datang dan pergi

Jawaban bijak tukang bakso…

Ada cerita yang ingin saya share-kan untuk pembaca yang kebetulan mampir atau cuma blogwalking disini…

Di suatu senja sepulangnya dari kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman di depan rumah sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, dan ada juga yang sedang memilih pensil warna juga mewarnai.

Tangan ini masih sedikit berlumuran tanah kotor lalu saya mendengar suara dari kejauhan, lalu suara itu semakin mendekat “tek..ekk..tekk..tekk…” suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka keringat, saya hentikan tukang bakso yang lewat itu dan memesan beberapa mangkuk bakso serta tak lupa juga saya menanyakan anak-anak asuh saya, siapa yang mau bakso ?

“Mauuuuuuuuu…” Secara serempak dan kompak anak – anak asuhku menjawab.

Selesai makan bakso dan mengumpulkan mangkuk, lalu sayapun membayarnya.

Inilah awal jawaban dari perbincangan itu…

Ada satu hal yang menggelitik pikiran saya ketika saya sudah membayar, saya melihat jelas si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan dilaci, yang satu kedalam dompet, dan yang lainnya dikaleng bekas kue semacam kencleng.

Lalu saya bertanya. “Bang kalo boleh tahu, kenapa uang-uang itu Abang pisahkan ya? Mungkin ada tujuan atau apa gitu?”

“Iya pak, saya sudah memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso hampir 17 tahun. Tujuannya sederhana, saya hanya ingin memisahkan mana yang jadi hak saya, mana yang jadi hak orang lain/tempat ibadah dan mana hak cita-cita penyempurnaan iman saya ” Jawabnya.

“Maksudnya….?” Saya melanjutkan bertanya.

Iya Pak, kan agama dan Tuhan menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan sesama. Makanya saya membagi 3 dengan pembagian sebagai berikut :

  1. Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari – hari saya dan keluarga.
  2. Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq/sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso, saya selalu ikut qurban seekor kambing meskipun kambingnya ukuran sedang.
  3. Uang yang masuk ke kencleng, karena saya ingin menyempurnakan agama yang saya pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu, untuk melaksanakan ibadah haji.

“…… Ibadah haji kan butuh biaya besar, ya kan pak?” Tukasnya tapi saya tak menjawab hanya mendengarkannya lagi.

Maka saya berdiskusi dengan istri dan istri pun menyetujui bahwa setiap penghasilan harian dari hasil jualan bakso, saya harus menyisihkan sebagian penghasilan untuk tabungan haji. Dan insyaAllah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi saya dan istri akan melaksanakan ibadah haji.

Hati saya sangat, sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Dalam hati saya berucap, “Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki pikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu seringkali berlindung di balik kata tidak mampu atau belum ada rejeki.”

Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan.

“Iya memang bagus… tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu, termasuk memiliki kemampuan dalam biaya….”

Ia menjawab, ” Itulah sebabnya Pak. saya justru malu kalau bicara soal mampu atau tidak mampu ini. Karena definisi mampu bukan hak pak RT atau pak RW, bukan hak pak Camat ataupun MUI.

Definisi “mampu” adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri “mampu” maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita”.

“Masya Allah… sebuah jawaban elegan dari seorang tukang bakso”.

Semoga si Abang tukang bakso dapat mewujudkan cita2nya. Amin

Sumber: Kaskus